capt.meriam hagen dan sayafirst step to be real pilot.. flying solo
terbang solo itu sendiri diartikan dengan terbang sendiri,tanpa instruktur. bener2 nyawa seorang pilot berada ditangannya sendiri. mudahnya sih sperti nyetir mobil sendiri, tapi ini pesawat. kalo instruktur gw bilang sih you deal with killer machine mann..
untuk menjadi seorang penerbang, khususnya di sekolah ini ada suatu momok penting. yaitu kita harus bisa terbang solo below 17-20 flight hours.. alasan dari bifa sendiri adalah karena ini tuntutan dari garuda.
mungkin juga jadi ajang hebat2an kali ya kalo disini tentang sberapa sedikitnya jam solo anda.. tapi menurut gw sih ngga juga *pembelaan karena jam pre solo gw ga sdikit... ya karena kemampuan seseorang menyerap ilmu kan beda2 ga bisa disama-ratakan. belom tentu yang terbang solonya cepet terbang bakal jago banget *skali lagi ini bentuk pembelaan gw hahahahahaaha...
menurut gw perjalanan pre-solo aga berat. sbelumnya gw cerita kalo instruktur gw capt.ratu. itu hanya sementara hingga jam ke 4, lalu berganti ke capt. meriam hagen. cara mengajarnya pun jauh berbeda. capt.meriam menuntut kita untuk sigap stiap saat. belakangan saya sadari bahwa maksudnya sih bagus untuk membentuk kita menjadi pilot yang handal, namun caranya terkadang membuat gw pribadi hmmm berat badan turun 7 kg dalam kurun waktu kurang dari sbulan *eh tapi itu di bulan puasa juga sih hehehehe... kuncinya capt.meriam menuntut kita untuk perfect di setiap flight trainingnya.
terbang solo yang dimaksud disini adalah terbang solo circuit, dimana terbang mengelilingi bandara. jadi take off; muterin bandara: landing trus take off lagi.. latiannya sih bisa 5-6 kali muter2 tapi kalo buat first solo requirementnya 3 kali tapi skali aja juga boleh.
lawan terberat saya ketika terbang hingga saat ini adalah rasa nervous gw yang suka dateng tiba2. kalo uda nervous kayaknya kacau aja. perlahan2 gw lawan terus, gw harus bisa. nervous+pressure= hancur hahahahaha, itulah yang terjadi. sempet stress juga sih tapi gw harus maju terus, karena ini adalah cita2 gw.
hingga pada suatu tanggal 1 september yang rencananya saya akan terbang solo di hari itu, tapi entah kenapa pagi itu kacau, rasa nervous dateng lagi. sampe2 baru 2 touch n go disuruh take a break. setelah itu balik pulang, kita latihan circuit di bandara blimbingsari banyuwangi karena runwaynya lebih panjang dan lebar daripada di base kita di bandara letkol wisnu buleleng, tepat setelah kita airborn itu lah pengalaman hidup yang tak akan terlupakan dalam hidup saya terjadi. pesawat mengalami engine failed dan melakukan forced landing di sawah, kita smua selamat. sejak saat itu saya di istirahatkan selama hampir sebulan untuk mental recovery.
pre-solo training dilanjutkan lagi, alhamdulillah saya tidak mengalami trauma yang begitu hebat. dan hal yang paling membuat saya senang saya masih bisa terbang!! masih inget traffic pattern tapi landingnya masih bouncing sih belum mulus.
tanggal 19 oktober hari yang ditunggu2 tiba juga :) gw terbang pertama hari itu, dari pagi capt.meriam uda ngasih pressure terus2an hingga touch n go 4 kali, tapi ternyata itu ada maksudnya, dia mau melihat sberapa siap gw untuk terbang solo.
"kamu abis ini solo ya"
"yes maam!!"
gw kira full stop abis itu change student kayak yang udah2, ternyata gw dirilis solo.. hari ini datang juga kawan.
pertama kalinya didalam pesawat itu sepi.. hahaha. request backtrack to runway 26. saat itu traffic juga ga banyak, yang ada paling anak2 batch 3 lagi siap2 di appron mau cross country. jadi taxi pelan2 aja sampe ujung runway skalian ngulur2 waktu solo hehehehe.
"PK-ROE ready for departure"
"runway is clear"
bismillah, full throttle, check oil temperature and pressure in green band, maintain directional control, speed alive 40-50-60 rotate.. yeaahhhh airborn solo untuk pertama kali. life in my hand now.. flying like a bird..
setelah excited mengudara baru kepikiran, oke gimana landingnya.. waktu approaching gw liat capt meriam ada di pinggir runway sambil bawa radio-airband. gw pastikan aja maintain centerline, speed, wing level, centerline, speed, wing level... yak dan gw flare aga ktinggian jadi bouncing tapi bisa dikendalikan dan maintain centerline..
"good recovery adha"
"yes maam"
dan touch n go kedua hal serupa terjadi, bouncing juga.. pokoknya landing terakhir mesti bagus. dan bener aja pokoknya flare serendah mungkin dan terdengar di radio "nice landing.." yesss hahahhaha..
oia flare itu dimana keadaan power pesawat sudah di iddle dan pesawat akan jatuh dengan sendiri, disaat akan jatuh itu kita mengkondisikan nose up.
sampe appron langsung sujud syukur. telpon papa untuk bilang "pa aku sudah terbang first solo.."
Alhamdulillah, akhirnya gw solo juga. tapi ini baru langkah awal, namun perjalanan untuk menjadi seorang penerbang masih jauh. jauh sekali...
flying is about how you land
Adha Mahmeru Bala Putra